BAB XVIII - Pertandingan Pendekar Pedang Terbaik
Li Yanping belum sempat mengerahkan ilmu ringan tubuhnya namun dia sudah tertangkap dengan begitu mudah. Kedua belati tadinya memang sudah disiapkan di tangan, tetapi karena tertangkap oleh wanita misterius ini, kedua belati jatuh ke tanah.
"Apa maumu?" tanya Yunfei sambil melihat mengangkat pedang mengarahkan ke atap.
"Nona ini manfaatnya banyak sejak adalah Puteri Tang.." tutur wanita ini menjawab Yunfei.
Si nona yang tertutuk nadi, tidak bisa bergerak dan berbicara. Dia berkerut dahi melihat ke Yunfei. Baru saja Yunfei hendak menyambung pembicaraan ke wanita di atas atap, Pria bertopeng itu mengeluarkan suara.
"Menang dariku, si nona akan dilepaskan oleh wanita di atas dan tentunya kuberi informasi dimana Iblis pedang berada."
Yunfei melihat ke arah orang bertopeng, berpakaian biru tua, wajahnya tertutup tidak dengan mulutnya, tinggi orang sekitar 6 kaki, rambutnya sebagian sudah putih. Di tangan kanannya memegang sebilah pedang biasa, panjang 4 kaki.
Dia berpikir tadinya dia baru melawan orang bertopeng ini 1 jurus. Keduanya seimbang, dilihatnya ilmu pedang lawan juga sangat bagus tetapi Yunfei tidak tahu asal usul orang ini. Sekarang orang bertopeng mengatakan mengenal iblis pedang dan menawan Yanping. Mau tidak mau, Yunfei sulit terlepas dari tiada pertarungan di hari ini. Berpikir jika kedua orang ini adalah temannya Jianmo, hari ini dirinya sungguh sukar dan sangat tidak beruntung.
Yunfei tidak berbicara, dia arahkan pedang ke depan sambil mengambil posisi menyamping.
Orang bertopeng ini terlihat bersemangat, dia juga mengarahkan pedang dengan posisi yang sama.
"Mari... " Orang bertopeng ini meminta Yunfei duluan maju.Yunfei segera bergerak menusuk, kali ini sasaran Yunfei adalah pergelangan tangan lawan. Kecepatan tusukan pedang Yunfei sedang, lawan yang melihat pedang Yunfei mengincar pergelangan tangannya segera mengayun pedang. Tusukan pedangnya mengarah ke gagang tangan pedangnya Yunfei. Melihat bagusnya ilmu pedang lawan, Yunfei bertindak ke samping dan pedang di tebaskan diagonal dari bawah ke atas.
Yunfei mengincar tempat yang sama yaitu pergelangan tangan lawan. Lawan melihat tebasan diagonal menghantam ke arah pergelangan tangan, segera dia melepas pedang. Yunfei yang terlihat di atas angin, menggunakan ilmu Beiji Shengong tingkat 9, menarik pedang memutar dan di arahkan ke lawan, masih tetap mengincar pergelangan tangan lawan. Tetapi, baru saja pedang hendak menusuk ke pergelangan tangan, pedang lawan tiba-tiba memutar sekali dan lawan sudah menangkap kembali pedangnya. Yunfei terkejut karena ilmu Beiji Shengongnya pertama kali luput mengambil sasaran. Begitu pedang lawan sudah di tangan, dia menusuk ke arah pergelangan tangan Yunfei.
Yunfei segera menggunakan ilmu pedang menyambut surgawi, dari bawah dia hentakkan pedang ke atas. Kedua pedang bertemu, suara traanggg sekali terdengar.
Baik Yunfei dan lawan sama-sama memuji,
"Bagus sekali..."
"Hati-hati.." tutur lawan bertopeng ini. Dia bergerak ke kanan dan dengan tusukan melingkar dia arahkan ke pergelangan tangan Yunfei lagi. Yunfei melihat ketepatan, kecepatan pedang lawan yang sangat luwes, memuji ilmu pedang ini. Yunfei menggunakan ilmu pedang menyambut surgawi untuk bertarung dan menunggu perubahan, dia tusuk kembali ke arah pergelangan tangan lawan. Ilmu pedang lawan kali ini lebih luwes, lebih banyak terlihat berayun membentuk lingkaran penuh dan kadang 1/2 lingkaran. Sejauh ini, Yunfei terlihat bertahan tetapi setiap serangan bertahannya justru malah berakhir di menyerang.
Pertandingan dengan lawan tanpa terasa sudah masuk 100 jurus. Sama-sama masih belum sanggup mengalahkan lawan. Pemuda bertopeng ini kemudian berkata.
"Ini adalah tingkat ke 5 Ilmu pedangku."
Yunfei bersiaga, dia memutar pedang 1/2 lingkaran dan dengan tingkat ke 3 ilmu menyambut surgawi. Pedang lawan terlihat mencungkil belati Yanping seketika di arahkan menusuk ke Yunfei, belati kecil itu melesat tajam dan tetap mengincar pergelangan tangan Yunfei. Yunfei seketika terkejut bahwa bagusnya dan tepatnya serangan lawan sungguh sangat luar biasa. Dia bertahan dengan Ilmu Tianzhong Dagong yang dimilikinya, belati yang sudah hampir mengenai pergelangan tangannya segera berputar ringan, Yunfei telah "menangkap" belati Yanping dengan pedang. Belati yang berayun 2x ini di arahkan lajunya ke pergelangan tangan lawan. Tetapi lawan sudah mengangkat belati satu lagi yang di tanah, memutarnya sedemikian rupa. Serangan lawan seakan bisa di atur dan belati ini terlihat seperti "hidup" mengincar pergelangan tangan Yunfei yang memegang pedang. Yunfei makin bersemangat, dia mainkan seluruh kepandaian ilmu pedangnya untuk bertahan, menyerang dan melihat situasi.
Putaran belati tidak sanggup melukainya, tetapi dia juga tidak sanggup melukai orang bertopeng, pertarungan sangat seimbang.
Tetapi kedua belati terlihat saling menyerang di udara dikontrol oleh tenaga dahsyat. Suara belati yang terlaga terdengar mengiang-ngiang di telinga. Ilmu pedang keduanya sepertinya sama , Yunfei menggunakan ilmu pedangnya dan Beiji Shengong tingkat 9 untuk mengontrol gerakan belati sedangkan lawannya berbeda, dia cukup mengancungkan pedang tetapi belati ikut gerakan pedangnya. Jarak mereka bertarung sekitar 20 tombak. Ini adalah pertandingan pedang jarak jauh tetapi dahsyatnya kedua gerakan pedang tanpa ampun. Yunfei merasakan bahwa tenaga dalam orang di depannya sangat tinggi karena sambil bertarung dia tidak terlihat ada tanda tanda menarik nafas untuk mengumpulkan energi.
Karena seimbang, lawan terlihat melemparkan belati melalui pedang, menusuk ke arah pergelangan tangan Yunfei yang memegang pedang. Dengan beranjak mundur 1 langkah, dia menahan belati lawan dengan belati yang masih di udara. Hasilnya kedua belati memutar dan dia tancapkan kedua belati di pohon samping. Keduanya kembali saling memuji.
"Luar Biasa!!"
Lawan segera terlihat meloncat ke arahnya, dia tusukkan pedang lurus sambil berkata.
"Tingkat ke 6."
Yunfei melihat pedang lawan lurus, tetapi energi yang diterbitkan pedang menusuk melalui 6 titik dengan arah dari depan. Hebatnya 6 arah ini semuanya meski melebar tetapi tujuan akhirnya tetap ke pergelangan tangan Yunfei. Yunfei memutarkan pedang dengan kencang, di putaran pedang kencang-nya juga mengandung energi tusukan pedang sehingga ke 6 arah sudah dipatahkannya.
Pemuda bertopeng tertawa, dia menunjuk pedang ke depan dan berkata.
"Ini tingkat ke 7..."
Yunfei memainkan pedang mengarah ke bawah, dia duluan menyerang ke lawannya. Sekali dia arahkan, tusukan pedang terlihat mengambil titik kedua lutut, tetapi baru sampai setengah, pedang terangkat dan mengincar kembali pergelangan tangan orang bertopeng.
Pemuda bertopeng mengayunkan pedang, tangannya terlihat melepas pedang, ayunan pedang miliknya terlihat mengayun satu putaran mengikuti jarum jam. Ketika tusukan mengarah ke pergelangan tangan lawan dari sisi dalam, tetapi dalam sekejap putaran pedangnya berbalik. Langsung menyerang ke arah pergelangan tangan Yunfei melalui sisi luar.
Yunfei terkejut, ini adalah serangan tipuan yang sangat luar biasa. Ketika hampir pedang lawan menusuk ke nadi pergelangan tangannya, dia memutarkan tubuh bersalto sambil melepas pedang, Pedang lawan lewat pergelangan tangannya dan ketika lawan hendak membalikkan pedang menyerang ke Yunfei, pedang yang tadinya terlihat di lepas itu sudah tersedot ke tangan Yunfei. Dengan posisi bersalto, dia menusukkan pedang ke pedang lawan yang membacok membalikkan badan. Kedua pedang bertemu kembali, dan energi keduanya berlaga.
Baik Yunfei dan lawannya sama-sama mundur untuk melepas energi lawan.
Orang bertopeng tertawa terbahak-bahak ketika Yunfei menggunakan ilmu yang aneh lolos dari mulut harimau.
Yunfei yang sudah berdiri di tanah, sempat berkeringat dingin tadinya karena hampir saja dia kehilangan telapak tangannya akibat bagusnya serangan pedang lawan. Sesaat dia teringat bahwa ilmu yang barusan dikeluarkan tiada lain adalah gambar-gambar yang terlihat di gua Sanqingshan. Baru dia sadar bahwa ilustrasi ke 36 orang ini sebenarnya adalah untuk mengelak, menyerang, bertahan di saat yang kritis jika berjumpa pendekar pedang yang luar biasa hebat.
"Ilmu pedang yang luar biasa... Hati-hati, kali ini adalah tingkat ke 8.Hanya 1 orang saja sejauh ini sanggup menahan tingkat ke 8." tutur orang bertopeng.
Yunfei menyiapkan diri, dia ingat-ingat kembali ilmu pedang di dinding gua Sanqingshan. Kali ini setelah dirinya keluar dari Hancheng, dia baru tau bahwa ilmu pedang yang terukir cahaya disana bukanlah sembarang dibuat leluhurnya, Feng Zhiyan.
Lawan segera mengangkat pedang menusuk sambil berjalan, tujuan ujung pedang masih sama yaitu pergelangan tangan Yunfei. Yunfei melihat lawan berjalan pelan kepadanya, justru dia jauh lebih hati-hati karena ilmu pedang yang biasanya kencang malah sanggup dia tandingi, kali ini lawan sepertinya mengajaknya bertarung "lambat". Tusukan pedang lawan masih lurus dan arahnya ke pedang yang dipegang Yunfei, begitu selisih hanya 1 tombak. Dia melihat lawan segera loncat, Ilmu pedang lawan langsung menyerang kepadanya. Dia merasakan tusukan ke dirinya puluhan tusukan dari segala arah, semuanya mengincar dan merapat ke dirinya.
Yunfei menarik nafas, dia penuhkan energi dirinya dengan Tianzhong foguang Dagong tingkat ke 2, ilmu pedang nya dia mainkan tingkat ketiga. Sekali dia bergerak, tusukan-tusukan lawan berhasil di tahan dan dipatahkan. Serangan lawan yang berbentuk dari segala arah seketika buyar, pedang terlihat tetap menusuk ke pergelangan tangannya. Yunfei memutar menggulung pedang lawan yang masih maju ke depan, lawan melihat bahaya mengincar segera menggulungkan pedang juga. Jika gulungan pedang Yunfei lebih lebar, maka gulungan pedang lawan lebih kecil. Yunfei melihat bagusnya ilmu pedang demikian, lantas menggunakan ilmu pedang di gua Sanqing, dari arah tusukan pedang lurus diubah menyerang dari samping. Begitu pedang berlaga, pedang lawan berputar dan terbang ke atas atap karena kuatnya tenaga dalam Tianzhong Dagong. Lalu, lawan tertawa besar ketika dia kalah dalam jurus terakhirnya sebab pedang sudah terlepas sedangkan Yunfei masih memegang pedang.
"Ilmu pedang Feng Zhiyan memang tanpa tanding. 36 gerakan yang kamu praktekkan adalah solusi pemecahan kedua jenis ilmu pedang yang hampir sama ini." tutur orang bertopeng.
Yunfei memberi hormat kepada orang ini dan berkata.
"Ilmu pedang Qianbei(sesepuh) lebih luar biasa, jika saja wanbei tidak teringat ukiran pedang ini. Wanbei tadinya sudah berputus tangan. Eh? Kenapa Qianbei bisa tahu kalo aku menggunakan 36 gerakan? Padahal tadinya hanya 3 gerakan saja yang kukeluarkan menghadapi Qianbei?"
Orang ini tertawa, dia berkata.
"Diriku pernah mengajak Feng Zhiyan bertarung sekitar 10 tahun yang lalu karena kita berdua memang kesepian tanpa tanding, dia menetapkan tempat pertandingan adalah Wulingyuan. Hasilnya memang seimbang selama 300 jurus tetapi dia memperlihatkan 36 gaya pedang ini. Lantas diriku insyaf... Hanya tingkat ke 9 dari pedangku bisa mengalahkanmu tetapi tidak Feng Zhiyan. Dan tingkat 9 itu, tidak usah sama sekali dimainkan lagi karena ini bukan pertandingan hidup mati."
Kemudian Ia melihat ke si wanita, wanita terlihat turun dari atap dan membuka tutukan nadi Yanping. Orang bertopeng mempersilakan Yunfei berdua duduk sedangkan dia duduk di meja tengah bersama wanita itu. Dia membuka topeng wajahnya, Yunfei dan Yanping yang melihatnya terkejut karena orang di depan ini sangat mirip dengan iblis pedang / Jianmo.
Orang ini yang melihat reaksi keduanya tertawa besar lantas dia berkata.
"Iblis pedang / Jianmo adalah adikku. Tadinya aku memakai topeng karena takut menakuti anda berdua."
Yunfei dan Yanping terkejut.
Mereka berpikir jika dia adalah kakaknya Jianmo maka perjalanan ini sudah sia-sia, keduanya merengutkan dahi. Tetapi orang ini menyambung.
"Namaku Li Jie sedangkan Istriku ini bernama Fen Ying. Kita berdua hidup disini tidak ingin diganggu tetapi karena kadang-kadang kejahatan di sepanjang sungai sangat meraja-rela, istriku senang menyelesaikannya demi rakyat hidup lebih baik. Pemerintah sekarang tidak becus menyelesaikan konflik antara penjahat dengan rakyat jelata."
(Selatan sungai masih dikuasai oleh pangeran Xiao Xian dari Dinasti Liang, yang merupakan pemberontak terhadap Sui)
Yunfei mengenalkan dirinya kepada kedua tuan rumah. Dia mengaku bernama Feng Shaoshi dan nona disampingnya adalah Li Yanping, puteri dari Kaisar Tang. Kedua tuan rumah tentu sudah mengenal dan tahu keduanya.
"Jianmo 5 hari lalu sempat mencariku." tutur Li Jie.
Yunfei terkejut mendengar bahwa Jianmo sudah berada di dataran tengah.
"Dia bertanding denganku, karena dia pikir jika tidak sanggup mengalahkanku, apa gunanya dia kembali ke dunia persilatan. Untukmu, dia tidak tahu bahwa Xue Yunfei yang dahulu dilemparkannya ke sungai masih hidup dan sekarang ilmu pedangnya sudah lebih tinggi. Ilmu pedangku tingkat 8 bertanding dengannya, dia juga menggunakan ilmu pedang yang sama tetapi Jianmo kalah 1/2 jurus dari ilmu pedangku. Pelatihan tenaga dalamnya sudah sangat baik, hanya saja dia semakin tersesat. Aku tidak akan membunuhnya karena bagaimanapun dia adalah adik kandungku." jelas Li Jie.
"Nona ini, salah berlatih tetapi masih bisa diobati." tutur Fen Ying, istri Li Jie.
Yunfei tersenyum mendengar perkataan Nyonya di depannya, dia lirik ke arah Yanping yang tersenyum. Nona memberi hormat mendalam kepada Nyonya Li Jie dan memintanya untuk memberikan petunjuk.
"Ilmu langkah-mu adalah ilmu langkah ajaib ciptaan Dewi Nuwa sedangkan ilmu langkah yang kupelajari adalah ilmu langkah dewi Marici. Jika keduanya dipelajari otomatis meski orang yang meyakinkan kedua jenis silat yang berbeda Yin dan Yang tidak akan jadi masalah."
Yanping mengangguk-angguk ketika dia mendengar penjelasan Nyonya.
"Dan, tentunya aku akan mengajarimu..." tutur Fenying kepada Yanping. Yanping girang seketika, dia bersujud kepada Nyonya Fenying.
"Kalian tinggallah di Wisma ini beberapa waktu, jika nona ini sangat pintar dan sanggup mempelajari langkah ini, maka tidak lama kemudian dia pasti sudah bisa menguasainya. Mengenai tenaga dalam nona ini perlahan terkikis juga tidak akan jadi masalah. Jika pelatihannya sudah sempurna maka kekuatannya akan kembali." tutur Li Jie kemudian.
Yunfei memberi hormat kepada keduanya dan berterima kasih.
"Sudah 10 tahun aku mencari lawan yang seimbang dengan diriku tetapi tidak pernah ketemu. Begitu bertemu denganmu membuat hidupku lebih bergairah kembali. Engkau tidak perlu berterima kasih padaku.." tutur Li Jie sambil tersenyum.
Nyonya Fenying mengajak Yanping ke dalam wisma untuk diberikan pelatihan khusus tentang langkah dewi Marici.
Kemudian Yunfei berkata.
"Dahulu Jianmo menyangka bahwa langkah ajaib Li Yanping adalah langkah dewi Marici mungkin karena kebagusan langkah ajaibnya."
"Tidak juga...
Dia beberapa kali menyaksikan kemampuan istriku, kedua langkah ini memiliki asal-usul yang sama jadi kelihatannya keduanya mirip tetapi sebenarnya berbeda. Dia menyangka bahwa langkah dewi Marici dikuasai oleh nona Yanping, kemarin dia juga menanyaiku dan istriku membantah bahwa ada orang kedua yang bisa langkah dewi Marici." jawab Li Jie.
"Jika berkenan, hendaknya qianbei(sesepuh) memberitahuku dimana Jianmo berada sekarang?" tanya Yunfei.
Tuan rumah menghela nafas, lalu dia berkata.
"Jianmo 5 hari lalu bertarung denganku. Setelah itu, dia hendak ke goturks (Tujue timur). Dia datang bersama 2 adik seperguruanku, Shenyi dan Shenzang."
Yunfei merasa heran nama-nama mereka semua, kenapa ada Shenyi(tabib dewa), Shenzang(tapak Dewa). Kemudian yang kemarin adalah Shenlang tetapi kenapa iblis pedang menjuluki diri sendiri Jianmo(Iblis pedang).
Tuan rumah bisa menebak melihat wajah tamunya yang agak keheranan. Dia berkata.
"Shenjian adalah diriku dan karena dia merasa kemampuannya lebih baik, dia menjuluki diri sendiri Iblis pedang. 50 tahun lalu ketika kita sama-sama belajar di Kunlun sebenarnya kemampuannya lebih baik tetapi karena terlalu terobsesi akan ilmu silat, dia berubah. Dan ketika Iblis yang melihat perubahan dirinya, mencari cara untuk merasukinya. Adikku itu sebenarnya tidak benar-benar jahat namun tidak bisa juga disalahkan ke Iblis itu sendiri karena dari jauh hari dia sudah kerasukan berlatih ilmu silat."
"Apakah benar dia membunuh gurunya sendiri?" tanya Yunfei.
"Benar sekali...
Saat itu kita semua sudah turun gunung, 3 tahun kemudian dia balik ke Kunlun setelah menguasai tingkat ke 7 dari ilmu pedang. Meminta guru untuk menyerahkan ilmu pedang tingkat 8 , tetapi guru kita tidak menghendaki memberikannya. Jadi mereka bertarung satu sama lainnya, guru terakhir tewas di tangannya. Tetapi adikku ini memang sangatlah berbakat meski guru tidak menyerahkan tingkatan 8 ilmu pedang, dia mempelajarinya selama 10 tahun lebih dan akhirnya berhasil sendiri."
Jelas Li Jie.
Yunfei berpikir kembali ilmu pedang orang di depannya ini, memang tingkatan ke 8-nya sangat luar biasa bagus. Dan sampai sekarang dirinya belum pernah melihat tingkatan ke 9, jika tadi dia mengeluarkan tingkat ke 9 pasti dirinya kalah.
Leluhur Feng Zhiyan sanggup memikirkan pemecahan hingga tingkat ke-9 ilmu pedang sesepuh di depan karena leluhur lebih berpengalaman di ilmu pedang. Tetapi pemecahan ilmu pedang yang sesuai di gambar di gua Sanqing sifatnya hanya sejurus dua jurus, jika dipraktekkan sesuai di dinding hasilnya semua ilmu pedang malah kacau tiada beraturan, memang ada satu dua jurus bisa dipraktekkan tetapi esensinya bukanlah ilmu silat tetapi ilmu memecahkan ilmu pedang yang lain. Yunfei sudah mengerti dan puzzle di hatinya sudah tersusun kesemuanya.
Yunfei berterima kasih kepada Li Jie karena dia anggap jika dia mengeluarkan tingkat ke 9 otomatis dia akan kalah dan permintaannya hari ini tidak akan terpenuhi.
Tetapi Lie Jie menyangkal,
"Aku dan Jianmo adalah adik sepupu dari Li Yuan, Kaisar Dinasti Tang. Jadi nona tadi termasuk keponakanku, itulah alasan kenapa diriku dan istriku menolongnya...
Selain itu, ilmu pedang tingkat 9 itu ciptaanku. Dahulu leluhurmu, Feng Zhiyan bertanding hingga tingkat-9 tetapi karena ilmu pedangku tingkat ini berbeda dengan ilmu pedang biasa, dia yang sudah mencapai tingkat ke-3 Tianzhong Foguang Dagong, tidak terpengaruh. Jadi bisa dibilang Ilmu pedang tingkat ke 9 milikku tidak sanggup melukainya." sambung Li Jie.
Yunfei terkejut mendengar perkataan Li Jie, beberapa puzzle dari ilmu pedang lawan dan mengenai apa yang baru saja diucapkan oleh Li Jie bahwa dia sendiri adalah berasal dari keluarga Li, kembali dia ingat bahwa 6 tahun lalu Li Xuanba tidak membunuh iblis pedang, dengan begitu Li Xuanba benar tahu bahwa Iblis pedang adalah pamannya.
"Li Xuanba..."
"Benar sekali... Li Xuanba tahu bahwa Jianmo adalah pamannya. Diantara putra-putri Li Yuan yang tahu hanya Li Xuanba seorang. Jika saja Li Xuanba tidak tahu, mungkin dia sudah membunuhnya 6 tahun lalu dan itu lebih baik hasilnya. Hanya saja.... Sebenarnya Li Xuanba sangat mencintai putri semata wayang dari Li Mengda (Iblis pedang) karena masih mempunyai ikatan keluarga meski putri ini tidak ada hubungan darah dengan Iblis pedang sebabnya adalah putri angkatnya."
Yunfei berpikir bahwa kelihatannya semua sangatlah kompleks meski pada awalnya terlihat sederhana.
"Selama 3 bulan ke depan, diriku akan pergi ke timur. Jadi untuk istriku, dia akan menemani keponakanku itu. Menurut perkiraanku, tidak sampai sebulan-dua bulan dia sudah bisa ilmu sakti langkah dewi Marici." tutur Li Jie.
Yunfei memberi hormat dalam dan berterima kasih kepada Li Jie karena sudah membantunya kemudian membantu Li Yanping. Yunfei selama ini tidak begitu mengenal ilmu silat di gua Sanqing, dia tahu itu ilmu silat kepepet yang pernah dipraktekkan pada saat menghadapi Jianmo 6 tahun lalu. Sekarang di Wisma Danau Nianjia dia baru memahami semua pergerakan silat tersebut.
Sesuai perkiraan Li Jie, dalam waktu 35 hari Li Yanping sudah menguasai dengan lengkap langkah dewi Marici, otomatis kemampuan ilmu ringan tubuh nona naik 1 peringkat. Tibalah saat mereka berpisah dengan Nyonya Fenying yang merupakan bibi dari Li Yanping. Nona tahu dan sudah diberitahu oleh Nyonya ini bahwa mereka masih memiliki ikatan keluarga. Dia menyembah bibi yang sudah menolongnya dan mewariskan ilmu sakti langkah dewi Marici.
"Pesanku kepada kalian berdua, Baiknya menikah secepatnya dan tentunya lebih leluasa bagi kalian untuk melanglang dunia persilatan."
Yunfei dan Li Yanping merasa malu karena ditegur tetapi mereka menaati nasehat bibi-nya Yanping ini.
"Untuk Yiwu Shengong dan Nan-Beiji Shengong tidak masalah lagi untuk dipelajari bersamaan.
Setiap ada lonjakan nadi karena berbenturan antara Yin-Yang, sebaiknya gunakan langkah dewi Marici dan digabungkan dengan langkah ajaib Ibunda Nuwa, semua lonjakan nadi akan normal. Beberapa kali awal mungkin terasa sulit, begitu lewat 1-2 tahun maka tiada lagi lonjakan nadi yang tidak normal, perlahan tapi baik dengan sendirinya. Sekarang dirimu sudah berhasil 3 tingkatan Yiwu Shengong, Nanji Shengong tingkat 3, dan Beiji Shengong tingkat ke 6." Jelas Nyonya ini dengan tersenyum kepada Yunfei dan Yanping.
Mendengar bahwa pelatihan Yanping sangat berhasil, Yunfei sangat senang dan memberikannya selamat.
Kedua orang ini menghanturkan terima kasih sebanyak-banyaknya dan mohon pamit.
"Bagaimana nona? Masih ingat berjalan-jalan di Jiang nan?" tutur Yunfei sambil tersenyum.
"Jiang-nan Dunia nomor 1. Tentu saja..." tutur si nona sambil tertawa.
"Kita menuju ke timur dari sini saja. Selang 15 hari mungkin kita bisa sampai ke Hefei." tutur Yunfei.
Justru ketika mereka hendak berangkat, mereka mendengar ada yang memanggil Yanping dengan sebutan puteri Changsha. Yunfei dan Yanping melihat ke arah orang, seorang berpakaian pelajar menghampiri mereka. Dia menyerahkan surat untuk keduanya, begitu membuka surat keduanya sempat terkejut karena surat ini jelas dari ibukota, Chang-an. Mereka berpikir jangan-jangan ibukota telah terjadi sesuatu.
"Teruntuk:
Pangeran Changle, dan Adikku Puteri Changsha.
(Mengenai keadaan dunia yang agak kacau, Tang sedang berusaha menyatukan daerah-daerah supaya cita-cita luhur Yang Mulia Baginda terlaksana. Di wilayah Chengdu, sejak 3 tahun lalu memang tiada bergolak hanya saja perampok, penyamun, penjarah sungai meraja-rela. Untuk Pangeran Changle, Feng Shaoshi diharapkan sangat bisa membantu kerajaan Tang menjadi pengawas wilayah Sichuan, Chengdu dan serta membuat serta menjalankan Undang-undang sebaik-baiknya. Jabatan ini bukanlah jabatan politik melainkan permintaan bantuan untuk mencari permasalahan yang tidak pernah timbul tetapi cukup mencurigakan.
Mengenai puteri Changsha, diharapkan mengisi pos di utara Sichuan, Mianyang. Pasukan diberikan sebanyak 10.000 orang untuk mengisi beberapa tempat dan lokasi strategis dan mencegah bencana Turks timur menyerang ke selatan melalui jalur barat)
Yunfei membaca surat ini, dia berpikir sebentar. Nona Yanping menanyainya.
"Ini adalah jabatan tidak tetap. Apakah kakak Yunfei hendak membantu??"
Yunfei melihatnya, tersenyum dia mengatakan.
"Kamu sudah diisikan ke pos bagian barat ke selatan. Tidak mungkin aku mengikutimu menurut Qin Wang, jadi karena Sichuan dan Mianyang dekat maka kita sejalan. Untuk jabatan sementara ini, aku akan menempatinya dan setelah segala perampok itu musnah barulah kuletakkan jabatan. Tetapi ada 1 syarat,aku tidak ingin memakai namaku di Chengdu."
Yanping senang tidak kepalang.
"Karena ini hari baik, mari kita bersulang nantinya. Akan kutraktir dirimu... Mengenai namamu boleh kamu gabungkan saja sejak mereka tahu ada pengawas baru marga Feng, namamu Yunfei saja."
Yunfei tertawa mendengar kata-kata nona ini dan memuji pemikiran sederhana-nya namun sangat baik.
Begitu membaca surat tadi, Sebenarnya Yanping merasa sedih hati. Dia tahu jika Yunfei tidak mau mengambil jabatan ini maka mereka pasti berpisah jalan tetapi diluar dugaannya, Yunfei mengambil jabatan sementara ini.
Yunfei memang tidak bermaksud mengarahkan diri ke politik tetapi ketika dia melihat kedua orang, Li Jie dan Fen Ying saja sangat mencintai sesama sampai-sampai mereka melakukan tindakan yang sangat luar biasa yaitu menghancurkan segala perampok, bajak laut sungai, sampai ke pejabat-pejabat korup pun tidak dilepaskan. Yunfei terinspirasi dan hendak mencoba untuk menegakkan keadilan untuk mereka-mereka yang tertindas.
Sichuan dengan ibukota Chengdu adalah sebuah kota tua sejak zaman dinasti Han. Ibukota Sichuan ini sangat maju peradabannya sejak adanya jalur sutra dari barat. Pertukaran ilmu pengetahuan dan budaya dari barat ke timur.
Yunfei mengingat ingat catatan di gua desa misteri bahwa dalam 10 tahun terakhir wilayah ini tidak maju-maju dan cenderung sudah stagnan. Dia berpikir untuk kesana lihat-lihat juga sangat baik dan membantu yang seperlunya jika terjadi penindasan terhadap rakyat.
Kedua muda-mudi ini berbahagia dan dengan hati senang berangkat ke arah barat. Dari Changsha ke wilayah tujuan diperkirakan perlu waktu hampir 40 hari dikarenakan jalanan yang agak buruk dan pegunungan mendominasi wilayah ini. Perjalanan keduanya tidak begitu lancar karena seringnya hujan di wilayah-wilayah lembah pegunungan tetapi semuanya baik-baik saja.
Berangkat pagi, istirahat sore, malamnya Yunfei dengan telaten mengajarkan sedikit banyak ilmu pernafasan jadi Yanping merasa kemajuan silat kali ini sangat baik sekali. Kadang di saat malam dia mengoreksi serangan belati si nona dengan mencocokkan jurus ilmu pedangnya ke ilmu belati. Si nona bergembira tidak kepalang karena bersama Yunfei dia mendapatkan banyak sekali ilmu baru.
Perjalanan yang tidak begitu lancar ini, dimanfaatkan mereka sebaik-baiknya untuk mendalami ilmu silat di saat malam beristirahat. Dari arah timur ke barat, Sichuan adalah duluan sampai dari Changsha dan Yunfei segera mengambil pos di balaikota Chengdu.
Gubernur Sichuan, Yang Lu menyambut Yunfei yang datang dari luar kota sebelah timur.
"Selamat datang Puteri Changsha dan tuan pengawas Feng..."
Yunfei tersenyum, dia memberikan tanda surat dari Qin Wang dan mengenalkan namanya Yunfei, lalu dia mengajak Yanping berkuda masuk ke dalam kota. Dia melihat keadaan sekeliling, rakyat melihat mereka tetapi suasana-nya banyak terasa bahwa rakyat tidak begitu senang. Yunfei hanya melihat sekitaran, dia berpikir sebentar dan tidak lama mereka sampai ke Balaikota Chengdu.
Gubernur melayani keduanya dan memberikan makanan dan minuman. Yunfei menanyai gubernur.
"Apakah ada beberapa hal yang perlu disampaikan kepadaku?"
"Sejauh ini, semuanya beres dan tidak bermasalah tuanku. Sekretaris Zhu nantinya akan memberikan catatan keuangan daerah semuanya. Mohon tuan puteri dan tuan pengawas beristirahat dahulu. Besoknya akan kami serahkan semuanya ke balaikota."
Yunfei mengiyakan dan semua pejabat yang menyambut sudah bubar sekarang hanya tinggal Yunfei dan Yanping.
"Aku ingin berjalan-jalan ketika malam nantinya.."
Nona tersenyum dia menjawab.
"Sepertinya kota ini ada sedikit masalah.."
Yunfei mengiyakan nona ini.
Ketika malam tiba, Yunfei segera bergerak bersama Yanping. Tempat yang ditujunya pertama-tama adalah rumah gubernur Yang Lu. Di atas atap, dia dan Yanping mendengar percakapan di rumah gubernur.
"Yang mulia, anda dipanggil menghadap."
Terdengar suara seorang pria. Dan dijawab terbata bata oleh gubernur Yang Lu.
"Baaiikk... Sekretaris Zhu silakan berangkat duluann...."
"Aku menunggu Yang Mulia."
Selang sesaat Yunfei melihat kedua orang keluar dari rumah dinas gubernur dan mengambil arah barat. Yunfei dan Yanping segera mengikutinya, tidak berapa lama mereka sampai di sebuah wisma yang besar. Sebesar rumah dinas gubernur tetapi tidak sebesar balaikota. Yunfei dan Yanping mencari posisi yang aman sebab terlihat puluhan pengawal berjaga-jaga disana.
"Selamat datang gubernur kita. " terdengar suara orang tertawa.
Gubernur tidak bersuara, dia hanya mendengar percakapan orang-orang di dalam.
"Tidak bisa... Ini pengawas bagaimana sifatnya kita tidaklah tahu.."
"Tidak ada orang yang tidak tertarik dengan uang. Apalagi kita berlima akan menghadiahi dia 1.000 tael masing-masing. 5.000 tael dicari seumur hidup menjadi pengawas pun tidak akan dapat."
"Tetapi puteri Changsha ikut dengannya, bagaimana kita tunggu dulu puteri berangkat ke Mianyang baru mencarinya."
"Ide bagus..."
"Tetap saja kita harus hati-hati... Bagaimana sifatnya kita tidak tahu, mungkin pengawas hanya dekat dengan tuan puteri makanya kerajaan memberikan jabatan kepadanya." tutur suara yang lain.
Sedari tadi tidak terdengar suara gubernur.
Ketika kalimat terakhir diucapkan, Yunfei melihat ke muka nona sambil tertawa ringan, bersemu merah antara marah dengan malu.
"Mari..." tutur Yunfei. Mereka berjalan ke restoran kelas menengah untuk mendengar perkataan orang-orang dan karena tadi siang mereka sudah dikenali banyak orang maka sekarang mereka bersembunyi untuk mendengar pembicaraan. Yunfei memilih sebuah tembok belakang dari restoran ini, di atasnya terdapat teras kecil. Sekali loncat dia sudah sampai di teras bersama Yanping, disana mereka mencuri dengar percakapan orang-orang. Mendengar percakapan orang-orang, mereka mendapati hal kenapa mereka tidak begitu disukai penduduk kota Chengdu.
"Pengawas yang dikirim pusat tiada berguna, bagaimana mungkin orang yang tidak berpasukan sanggup mengalahkan 5 harimau barat?"
"Pengawas masih berumur sangat muda, jangan-jangan dia juga satu geng sama mereka?"
"Tidak mungkin... Itu nona yang ikut dengannya adalah puteri Kaisar Dinasti Tang dan penampilannya sangat cantik.."
"5 harimau barat sudah merajai Chengdu dalam sekitaran 10 tahun yang lalu. Jika ada pejabat yang lurus pun pasti akan dibunuh mereka."
"5 harimau barat ini sudah bertingkah lama dan sembarang membunuh orang yang menentang mereka, entah sampai kapan pusat membiarkan mereka semua."
Mendengar beberapa menit, Yunfei dan nona sudah merasa cukup. Lantas mereka kembali ke balaikota.
"Masalah utama penduduk Chengdu sepertinya 5 harimau barat itu.." tutur si nona.
Yunfei mengiyakan.
"Besok akan kubuka rapat dengan gubernur, jika gubernur ini terlibat tidak nantinya kuampuni.." sahut Yunfei dengan tersenyum.
Keesokan harinya, Puteri Changsha sudah berangkat ke utara untuk mengatur wilayah Mianyang terlebih dahulu. Mianyang ke Chengdu jaraknya tidak betul-betul jauh, hanya sekitaran 200 Li arah utara, Mianyang memiliki gerbang kota besar yang dibuat pada masa dinasti Han, pertahanan gerbang diantara kedua bukit tinggi begitupula di arah barat daya, terdapat gerbang kota Mianzhu yang system pertahanannya sangat mirip. Kedua gerbang dibuat untuk menahan gempuran pasukan utara, daerah dengan system alami pertahanan yang sangat baik.
Kembali kepada Yunfei.
Dia sudah membuka rapat, yang hadir adalah gubernur, wakil gubernur, dan sekretaris daerah.
Sekretaris daerah segera menunjukkan laporan hasil pendapatan daerah, Yunfei membuka buku dan melihat bahwa selama setahun pendapatan dan pajak sekitar 6.000 tael emas dan daerah yang ditunjukkan adalah Sichuan, sedangkan Chengdu memiliki pendapatan 4.000 lebih tael emas. Dia membaca dan meletakkannya.
"Apakah ada kasus yang tidak terselesaikan?" tanya Yunfei.
Gubernur terkejut seketika dia ditanyain Yunfei. Dengan enggan menjawab dia mengarahkan pandangan ke sektretarisnya.
"Tidak ada tuan.. Semua kasus baik dan ditutup dengan sempurna." tutur Sekretaris Zhu.
Yunfei seketika marah. Dia menepuk meja sambil menuding ke sekretaris.
"Kau periksa sekali lagi, besoknya melapor kemari. Jika tidak benar yang kau sampaikan, kepalamu duluan menggelinding.."
Gubernur dan wakil gubernur sangat ketakutan tetapi tidak halnya dengan sekretaris, dia mengiyakan dengan tersenyum. Yunfei sempat melihat ke wajahnya yang terkandung senyum licik sambil meninggalkan balai kota.
Yunfei menghimbau gubernur untuk menempelkan kertas di seluruh penjuru kota, bunyinya:
"Pengawas Feng dari Dinasti Tang diberi mandat untuk menyelesaikan segala konflik daerah Sichuan. Mencari orang cerdik pandai untuk membantu mengurus kota. Sudah saatnya ksatria di sekitaran membantu negara."
Yunfei kemudian berkata.
"Semua kertas itu harus ditempel di seluruh kota. Dan laksanakan sekarang juga..."
Kedua orang di depannya mengangguk dan meminta pamit kepada Yunfei. Setelah kedua orang ini pergi, Yunfei keluar dari balai kota. Baru berjalan sekitaran 10 menit dia sudah tahu dia diikuti tetapi berpura-pura tidak tahu, tujuannya untuk melihat pekerjaan gubernur. Gubernur yang didamprat olehnya tadi segera melaksanakan tugas dan hanya jelang 1 jam semua daerah di Chengdu dan sekitaran sudah ditempel kertas tersebut. Yunfei hanya meng-inspeksi apakah memang perintahnya dijalankan atau tidak. Dari sini, Yunfei setengah yakin gubernur tidak betul-betul terlibat tetapi hanya takut kepada 5 harimau barat itu.
Sepanjang jalan, Yunfei ke toko-toko, ke restoran, hotel dan tempat pemerintahan melihat-lihat keadaan sekitar. Jelang sore, Ia balik ke balaikota.
Dia hanya memerintahkan gubernur untuk menyediakan arak dan makanan, sepanjang malam dia tidak keluar.
Di balaikota, Ia dilindungi oleh 4 orang pengawal yang menyiapkan semua keperluannya.
Yunfei melihat keempat pengawal ini adalah orangnya gubernur, dia tidak berniat mengajak mereka berdiskusi karena tentu keempat orang ini adalah mata-mata yang melaporkan kegiatannya.
Mengetahui bahwa Yunfei hanya berada di balai kota sepanjang malam, kembali gubernur dipaksa oleh sekretaris Zhu untuk bertemu ke 5 harimau barat.
Gubernur terpaksa mengiyakan.
Malam sudah lewat, keesokan paginya Yunfei meminta gubernur datang untuk ditanyain masalah kasus yang dimintanya semalam. Gubernur Yang tidak bisa menjawab, dia mengatakan bahwa kebetulan sekretaris Zhu tidak masuk kerja karena sedang sakit. Yunfei tertawa menghina sambil berkata,
"Didamprat sekali sudah tidak masuk? Apakah sekretarismu itu bangsa perempuan yang lembut?"
Gubernur hanya diam tidak menjawab, Ia terlihat sangat ketakutan. Yunfei menyambung.
"Apa mungkin seluruh kota tiada kasus? Kau anggap aku ini apa? Sekretarismu hari ini juga kau pecat, akan kulaporkan ke Chang-an supaya kepalanya dipancung!!!" Yunfei makin marah dan menggilak. Dilemparkannya pot minuman dia ke lantai dan semuanya terpecah, meja kursi ruang tamu gubernur ditendang sampai kemana-mana. Yunfei berpura-pura marah besar dan menendang biasa tanpa ilmu kungfu.
Pemuda ini tahu sekretaris pasti terlibat dan sudah pasti adalah perpanjangan tangan 5 harimau barat yang sengaja disusupi di balaikota. Semua tindakan Yunfei sengaja dibuat-buat tetapi gubernur dan wakilnya sangat ketakutan dan mereka segera hendak mencari sekretarisnya.
Begitu keduanya sudah bubar, Yunfei tersenyum dan dia berpikir bahwa lakon harus dimainkan lebih bagus supaya penontonnya lebih banyak.
Jelang malam hari tiba, Yunfei segera beraksi. Malam ini, dia memberitahukan kepada 4 pengawalnya kalau dia hendak beristirahat lebih cepat. Ke 4 pengawalnya berjaga bergiliran, 2 orang berjaga dan 2 orang beristirahat terlebih dahulu. Dari jendela, Yunfei sudah keluar dan tentunya ke empat orang ini sama sekali tidak tahu. Dia pergi ke wisma gubernur dan sesuai perkiraannya, 5 orang harimau barat ini memang berada disana. Yunfei membuka genteng mencoba melihat jika kemarin dia hanya mendengarkan bersama Yanping. Di dalam ruangan tamunya terdapat 9 orang, dia melihat 7 orang yang duduk adalah 5 orang harimau barat, 1 orang gubernur dan 1 orang sekretaris.
2 orang yang berdiri disamping dengan berpangku tangan, Kedua orang ini 1 berpakaian hitam , 1 lagi putih dan membelakangi Yunfei.
"Pengawas itu sudah terlalu arogan. Dia harusnya dibunuh saja." tutur salah seorang yang Yunfei lihat adalah salah 1 dari 5 harimau. Dia bertubuh gendut dan pendek, kepalanya plontos.
"Lau Shan (adik ketiga), Aku sependapat denganmu." jawab seorang sambil menepuk meja. Yunfei melihat orang ini berpakaian mirip tentara dan tegap besar.
"Jangan gegabah terlebih dahulu, bagaimana kita bisa selesaikan masalah jika pemerintah tahu bahwa kita membunuhnya?" tutur seorang yang tua, berambut agak putih.
"Jika membunuhnya maka gubernur akan disalahkan tidak sanggup menjaga seorang pengawas kerajaan" terdengar orang di samping orang tua ini, dia terlihat masih muda, umur 30-an dan berpakaian mewah.
"Hari ini aku telah mencari celah, sejak kedatangan pengawas Feng 3 hari lalu. Ada beberapa kejadian, yaitu pembunuhan pengemis marga Qiang, dan pemerkosaan nona Wu. Kita bisa menuduh bahwa itu kerjaannya." tutur sekretaris.
Orang yang sedari tadi tidak berbicara itu memukul meja sambil tertawa.
"Kau yang paling pintar..."
"Tidak bisa.. Tidak bisa.." tutur gubernur.
"Kau penakut dan tiada keberanian. Ini adalah solusi untuk memecahkan masalahmu, jika tidak aku tidak usah terlalu susah-susah menyogok dan mengancam nona itu dan mengoreksi data pembunuhan." sambil menunjuk ke kepala gubernur terlihat sekretaris Zhu marah-marah.
Yunfei yang melihat di atas, tersenyum pahit. Dia pikir di dunia ini masih ada sejenis pekerjaan perancang kejahatan dan menfitnah ke orang lain namun Yunfei tetap melihat dan mendengar, tidak ingin bertindak.
"Jadi begini caranya, kita bunuh dulu pengawas itu. Kemudian menimpakan dosa-dosa itu kepadanya, orang yang membunuhnya adalah Heibai Wuchang." tunjuk Sekretaris ke arah 2 pendekar yang membelakangi Yunfei.
"Eh.. Mereka adalah Heibai Wuchang?" tutur gubernur.
(Heibai Wuchang adalah malaikat neraka yang bekerja untuk menggiring roh di neraka. Dalam mitologi akherat China kuno tertulis bahwa kedua malaikat ini bertugas di neraka dan membantu Yanlo Wang)
"Benar sekali... Merekalah yang membunuh semua orang yang menentang kita berlima. Siapapun selama ini bisa diselesaikan dan tanpa jejak. Sebelah barat jalur ke daerah barat selama ini dijaga mereka berdua." tutur orang yang tua meyakinkan gubernur.
(Jalur barat Sichuan adalah jalur sutra dari negara sebelah barat seperti Tibet, India, Pakistan, Iran, Irak, Turki hingga ke Eropa)
"Malam ini, pas tengah malam kita bergerak." tutur si botak dan gendut itu memberikan perintah. Kedua Heibai Wuchang terdengar mengiyakan.
Gubernur dasarnya adalah penakut, dia hanya mengiyakan. Yunfei merasa masih ada orang yang tidak berprinsip seperti halnya gubernur Yang Lu. Dan herannya kenapa sampai-sampai Dinasti Tang yang begitu besar tidak menyadari ada orang yang tidak memiliki harga diri seperti dia.
Merasa cukup mendengar diam-diam, Yunfei segera angkat kaki bergerak kembali ke balai kota. Setelah sampai di dekat kamar, dia diam-diam sudah masuk kamar melalui jendela dan menghidupkan lilin.
Memerintah 1 orang dari pengawal untuk mengambil makanan dan arak, Yunfei duduk di kamar menunggu mereka datang.
Dua pengawal yang lain tahu bahwa hari ini pengawas akan dieksekusi, segera memberi kabar ke rumah gubernur bahwa pengawas memesan makanan dan arak.
"Justru baru hendak kuperintah untuk memberikannya arak dan makanan lezat." tutur Sekretaris Zhu sambil tertawa.
"Tidakkah kita lebih baik memberikannya arak beracun saja?" tanya Si botak gemuk.
"Tidak usah, nanti terlanjur tewas sebelum kita beraksi mengancam dan membuat takut dirinya terlebih dahulu. Kita lihat sebagaimana arogan dia malam ini." tutur sekretaris kembali.
Tengah malam menjelang, Yunfei masih minum arak di guci dan sudah 3 guci diminumnya. Dia merasa malam ini mengapa terlalu panjang baginya karena menunggu untuk menjadi artis memerankan lakon yang menarik.
Begitu kentongan terdengar 1 suara diketok di jalanan, Yunfei sudah merasakan beberapa orang masuk ke balai kota. Tetapi dia masih pura-pura tidak tahu dan menunggu.
Selang sesaat, pintu didobrak hancur. Yunfei berdiri dan melihat ada 8 orang dan 4 pengawalnya yang kini menghadapi dia seorang.
"Kalian datang kemari malam-malam hendak merampok?" tanya Yunfei.
Sekretaris maju terdepan, dia mengenalkan satu-satu orang disana.
"Ini tuan Wu laoda. Pemimpin 5 harimau barat. Ini Liu Erye, Ini Yinlao shan, Ini Xi Shiye, dan Ini Wang Wu." Kelima nama disini bukan nama asli tetapi nama yang dibuat mereka bersama untuk menjadi perampok dengan gelar 5 harimau dari barat.
"Kemudian dua orang ini adalah Heibai Wuchang..."
Kelima harimau barat terlihat berwajah angker hendak menelannya, Sekretaris Zhu masih dengan gaya dan senyuman licik sedangkan kedua pendekar Heibai Wuchang diam dan memeluk tangan.
Yunfei melihat kedua orang di depan yang di tunjuk adalah Heibai Wuchang. Melihat dandanan keduanya Yunfei hampir tertawa tetapi ditahannya dan melihat ke arah sekretaris lantas dengan marah dia tunjuk.
"Kau kusuruh mencari kasus tetapi tadinya kau bilang sakit bukannya pulang beristirahat tetapi tengah malam menyantroni kamarku, maksudmu apa???"
Semua orang yang mendengar perkataan Yunfei tertawa sejadi-jadinya bahkan kedua orang yang bernama Heibai Wuchang tertawa sampai mengekeh.
Yunfei tidak mempedulikan mereka yang tertawa lalu dia menanyai mereka.
"Apa tujuan anda-anda kemari malam ini?"
Si botak yang merupakan Laoshan tertawa, dia berkata.
"Tentu membunuhmu..."
"Oh.. Jika kalian membunuhku tentu dari pusat akan menyelidiki habis-habisan.." tutur Yunfei pura-pura terkejut.
Sekretaris maju terdepan, dia berbicara.
"Aku sudah buat catatan dirimu melakukan pemerkosaan dan pembunuhan pengemis yang meminta-minta sedekah kepadamu. Kali ini tokoh protagonis adalah Heibai Wuchang, mereka berdua geram dan membunuhmu yang jahat. Bisa jadi nanti kedua pendekar ini malah mendapat penghargaan."
Yunfei berteriak sambil menunjuk.
"Tidak ada bukti bahwa perkataanmu benar, kau kira dari kerajaan bisa percaya kau?"
Sekretaris tertawa bersama mereka semua. Lantas dia mengangkat tangan.
"Sudah kuduga kau akan berkata begitu."
Lalu terlihat seorang nona, umur 20 tahun-an berdiri disana sambil mengembang air mata dia berkata.
"Maaf tuan... Hamba tidak bisa berbuat apa-apa karena juga di ancam."
Yunfei berkata kepada si nona.
"Nantinya di jalanan neraka akan kuadukan. Siapa yang sebenarnya menghinamu sedemikian rupa?"
"Biar ku jawab..."
Yunfei melihat orang ini yang berbicara, orang yang besar yaitu tuan ke empat.
"Anak-anak kita tiada kerjaan, berjalan-jalan di kota dan melihat nona ini cantik. Lantas mengajaknya untuk bersenang-senang ternyata si nona tidak mau, lalu anak kita... Yah... begitulah kira-kira." dia tertawa setelah selesai menceritakannya.
"Kalian sudah terlalu laknat..." Yunfei menghela nafas mendengar penuturan kejahatan tersebut.
Sekretaris Zhu memberikan kode kepada kedua orang berbaju serba putih dan hitam.
Heibai Wuchang maju dan bersiap untuk mengeksekusi Yunfei, mereka berjalan ke arahnya dengan menyiapkan pedang di tangan masing-masing.
Yunfei menanyai mereka berdua.
"Sudah berapa orang mati di tangan kalian?"
"Tidak terhitung... 10 tahun terakhir mungkin 1000-an orang ada.." Tutur yang berbaju hitam.
"Jadi semua orang itu orang biasa tidak berdosa?" tanya Yunfei kembali.
"Mereka pejalan dari barat, hendak masuk Sichuan tetapi tidak mau menyerahkan barang bawaan mereka." jawab si putih.
Yunfei yang mendengar penjelasan keduanya seketika amarahnya meledak. Dengan jari tangan dan mengumpulkan energi kuat, dia tunjukkan ke depan dan hantamkan ke orang yang baju serba putih.
Si baju putih Baiwuchang tidak tahu bahwa lawannya adalah pesilat yang sangat kuat, sebelum dia mengangkat pedang bertahan dia sudah terbang menghancurkan dinding dan rumah seketika rubuh. Beberapa orang disini adalah pesilat dan semuanya sempat menghindar dari rubuhan rumah. Seketika mereka terkejut tidak kepalang karena pengawas yang satu ini bukan pengawas sembarangan.
Yunfei yang sedari tadi sudah keluar rumah dengan menggandeng nona yang di dalam, Ia tunggu pendekar kedua ini untuk bergerak.
Hei Wuchang sangat marah karena mengetahui saudaranya sudah tewas lalu Ia mengarahkan pedang ke depan dengan tusukan tajam ke arah ulu hati lawan untuk mengambil nyawa Yunfei.
Yunfei masih tenang sampai pedang hampir tiba di dadanya, tangannya dimajukan seakan hendak menangkap pedang lawan dan dengan putaran Beiji Shengong tingkat 9, dia maju selangkah dan pedang ditangkap, sekarang Ia sudah menempelkan pedang ke tenggorokan lawan. Hei Wuchang sempat memohon melalui matanya yang ketakutan tetapi Yunfei sudah terlanjur marah. Seketika Hei Wuchang juga dikirimnya ke neraka menghadap Raja Yanlo.
Melihat hanya dalam 1 jurus keduanya tewas, kelima harimau barat hendak kabur. Yunfei bergerak dengan sapuan tangan, sekali dia gerak semua orang disini termasuk keempat pengawal, sekretaris Zhu sudah ditutuk dan roboh di tanah. Yunfei memerintahkan si nona ini memanggil gubernur dan jika dia tidur bilang bahwa pengawas Feng hendak menemuinya disini juga serta jika tidak datang dia akan mendapat hukuman berat.
Selang si nona pergi, tidak lama kemudian gubernur datang membawa pasukannya dan sangat terkejut melihat keadaan istimewa demikian. Beberapa belas orang terkapar di tanah, rumah yang merupakan tempat tidur pengawas sudah rubuh.
Melihat gubenur telah datang, Yunfei berteriak kepada ini orang.
"Jika kau tidak bisa jadi seorang gubernur, lapor pusat dan nyatakan bahwa kau tidak sanggup dan mengundurkan diri. Hari ini akan kubunuh dirimu akibat dirimu tidak becus semua hal sampai hari ini bisa terjadi!"
Gubernur segera berlutut minta ampun dan Yunfei tidak mempedulikannya sampai cukup lama, kemudian Yunfei berkata.
"Sekarang juga kau buat pengumuman bahwa 5 anjing barat semuanya sudah berkumpul dan di tangkap pemerintahan yang sah. Ini kau kumpulkan semua orang disini ke timur kota diikat dan dirantai. Bagi masyarakat yang tidak puas bole ludahi. Ingat hanya di ludahi bukan dibunuh, dan menjelang malam kau masukkan mereka ke sel, keesokan harinya kau lakukan hal yang sama. Selanjutnya kau bawa mereka semua ke ibukota setelah surat nantinya akan kutulis, kau kumpulkan orang-orang yang telah menjadi korban keganasan mereka.
Jika 1 saja kau kurangi korban kejahatan mereka maka kepalamu putus. Dan jika sudah lengkap semua korban dosa-dosa kesemua orang ini, kita adakan sidang setiap harinya, boleh kuajukan permohonan ampun untukmu meski jabatanmu itu pasti sudah akan kutarik."
Gubernur segera mengiyakan Yunfei, dia memberi perintah kepada pasukannya untuk bertindak sesuai arahan Yunfei. Yunfei masuk ke kantor gubernur, dia menunggu pagi hari untuk membuka sidang.
Dalam 3 hari ke depan Yunfei sudah mendapatkan ribuan berkas tentang kejahatan kelima orang ini dalam waktu lebih dari 10 tahun. Sekretaris daerah adalah penasehat kelima harimau barat kemudian mereka memupuk kekayaan yang sangat banyak.
Yang terlibat selain 5 harimau barat, kesemua anak-anaknya juga adalah penjahat kelas kakap dan sering sekali melakukan kejahatan perampasan, pembunuhan, pemerkosaan. Fitnah-fitnah terus berlanjut dilakukan mereka jika ada kejahatan pembunuhan yang mereka lakukan, dan semuanya dilaporkan ke pusat bahwa penjahatnya sudah tertangkap, dipancung padahal penjahat yang dimaksud adalah orang yang baik, tidak berdosa, targetnya seringkali adalah pengemis jalanan, tuna wisma dan orang yang tidak waras serta cacad mental.
Yunfei yang membaca setiap laporan merasa bahwa kejahatan seperti demikian masih terjadi di sebuah kota besar yang kesannya sangat makmur, dia berulang kali menghela nafas membaca setiap laporan yang masuk. Gubernur memang tidak terlibat karena terlalu takut kepada 5 orang yang berkuasa ini, dia mengiyakan saja segala-galanya.
Setelah itu, Yunfei menyita semua harta kekayaan 5 harimau dari barat, jumlahnya luar biasa besar sekitar 100ribu tael emas, ratusan ribu tael perak, banyak barang berharga, perhiasan dan lain-lainnya jumlahnya sangat banyak.
Kasus ini sangat menghebohkan daerah barat, Yunfei dikirimi surat oleh Yanping di utara dan memujinya seorang yang luar biasa. Yunfei membalas surat Yanping dan menanyai kabarnya. Balasan surat Yanping juga sangat baik segalanya, dia sedang mengatur pasukan di Mianyang dan semuanya berjalan lancar.
Beberapa akhir ini dia saling membalas surat dengan Yanping dan saling mengabari keadaan masing masing.
Selama 15 hari kemudian dia sudah mengumpulkan semua harta kekayaan baik harta asli atau rampasan ke 5 harimau barat dan membagi semuanya secara adil kepada rakyat yang tertindas selama ini.
Sisa uang dan perhiasan masih banyak sekali jumlahnya, dia kirimkan ke ibukota lengkap dengan catatan uang dan barang-barang.
Semua penjahat di masukin dalam gerobak dan diantar ke Chang-an, total 150 jiwa lebih orang dipenggal kepala karena terlibat kejahatan di Sichuan ini.
Terakhir gubernur dan wakil gubernur dipecat dari jabatannya dan diasingkan ke Yongchang di Yunnan setelah keduanya menyerahkan tahanan ke ibukota.
Penduduk kota Chengdu sangat berbahagia, bahkan mereka memasang dupa untuk berterima kasih kepada langit memberikan pengawas Feng yang sangat adil. Seketika optimisme di kota kembali bangkit, semua penduduk menaruh harapan besar kepada dinasti Tang. Segera Yunfei keluarkan Undang-undang darurat yang hukumnya sangat keras terhadap kejahatan dan dibacakan menyeluruh di seluruh penjuru Sichuan, penduduk sekitaran sangat puas akan Undang-undang ini.
Yunfei yang sekarang tiada kerjaan menjabat gubernur sementara, sesekali orang-orang mengetuk pintu gubernur untuk meminta keadilan tetapi dalam 2 bulan terakhir, orang-orang yang mengetuk pintunya sudah hampir tidak ada. Yunfei sangat puas karena dengan tidak adanya laporan ketidak-adilan maka penduduk sudah hidup lebih baik dan peran pemerintah yang mencintai rakyatnya terasa.
Tibalah saatnya Yunfei harus berpisah, dia menulis surat ke Ibukota untuk meminta kepada pusat mencari orang untuk menggantikannya. Surat balasan ibukota dalam 15 hari sudah diterima, Qin Wang menerima surat ini dan membalas dan memuji kinerja Yunfei serta meminta adik sepupunya Li Zhan menggantikannya menjabat sebagai gubernur.
Yunfei pamit untuk ke utara tetapi dirinya terkejut pada saat serah terima jabatan, banyak penduduk-penduduk mengucapkan selamat tinggal kepadanya. Barang-barang yang diterima dari penduduk sangat banyak, dia terima di balai kota dan merasa tidak mungkin dia bisa membawa barang-barang tersebut, dia perintahkan untuk dibagi ke pasukan khusus yang menjaga gubernur.
Dia memacu kudanya ke arah utara, gerbang kota Mianyang. Sepanjang perjalanan dia melihat daerah yang sudah di atur oleh Yanping. Kelihatan semuanya sangat baik dan pasukan-pasukan yang di atur tidak sembarangan disana terhadap desa-desa di sekeliling Mianyang. Sampai di Mianzhu, dia melihat-lihat juga, semuanya terasa aman dan pertahanan gerbang juga tergolong sudah sempurna. 2 hari perjalanan sudah membawa Yunfei ke Mianyang, segera dia masuk ke kota dan melihat Yanping masih mengatur pasukan dengan giat. Melihat pemuda datang, nona ini girang tidak kepalang tetapi Yunfei melihat bahwa nona terlihat agak kurusan karena terlalu konsentrasi mengurus pasukan, dia menggandeng si nona ke dalam rumah pejabat Mianyang.
"Sekarang belum keadaan perang, hendaknya janganlah terlalu keras terhadap diri sendiri."
Si nona tersenyum dengan rada malu-malu, dia berkata.
"Kakak-kakakku semua adalah orang yang sangat berbakat di ketentaraan, sebulan belakangan ini berdasarkan pengalaman mereka, diriku mengatur pasukan sebaik-baiknya. Apalagi ini pertama kali diriku diperbolehkan mengatur tentara sendiri."
Yunfei mengangguk-angguk dan bercerita keadaan Sichuan dan Chengdu sejak dia sampai dan mengurusnya sampai sekarang. Si nona tertawa mendengar keputusan Yunfei, tetapi ketika bercerita terhadap bandit-bandit 5 harimau barat dan anggota-anggotanya si nona juga sangat marah.
Pada waktu malam berjelang, ibukota mengirimkan surat kepada Yanping. Isinya adalah menghendaki mereka berdua ke ibukota, Chang-an atas panggilan Kaisar Tang, Li Yuan.
Yanping agak terkejut mendengar bahwa dia dipanggil ayahanda kaisar, dia mengatakan.
"Sudah sejak lama, kita ayah dan anak tidak pernah bertemu. Ada baiknya juga jika kita melihat keadaan ibukota."
Yunfei berpikir sebentar, dan dia mengiyakan perkataan nona ini.
Bersambung....
0 komentar:
Posting Komentar